Transcript · Indonesian → English
Discussion on Palm Oil Cultivation
Oil palms are incredibly arrogant. I know
many friends who develop oil palm plantations.
So, I know that oil palms are a
kind of arrogant plant. They're very demanding,
for example, if it's a coconut tree,
say it's planted like this, once it gets old,
you can grow a new one, here.
So it's shaded by the old one.
Oil palms can't do that. Thousands of hectares
are planted all at once, so they have to be
made into clusters because when they're old, you can't
plant young ones, it has to be cleared.
That's why I say oil palms are incredibly arrogant.
So now, our forests
are multicultural and they want to replace them.
I'm just thinking, who gave us this, anyway?
No one can say this island
was planted by people, right?
After all, it is God who gave this to us.
Wealth like this
End of transcript · 147 words · machine translated
Original transcript (Indonesian)
Tanaman sawit itu arogan banget. Saya tahu ada banyak teman itu membuat perkebunan sawit. Nah, saya tahu bahwa sawit ini adalah sebuah jenis tanaman yang arogan. Dia itu sangat manja, umpamanya gini, eh kalau kelapa itu
dia umpamanya ditanam begini ya sudah tua itu ditumbuhkan yang baru, di sini itu bisa. Jadi dinaungi sama yang sudah tua. Kalau sawit tidak bisa. Ribuan hektar itu satu kali nanem, jadi dia mesti dibuat
cluster-cluster karena ketika sudah tua kan ini enggak mau ditanam yang muda, harus dibongkar. Itu yang saya bilang tanaman sawit itu arogan banget. Nah, sekarang hutan kita itu multikultur terus mau diganti.
Saya nih cuman mikir kan, padahal ini kan pemberian siapa sih. Orang mau bi-bilang ini pulau itu ditanam sama orang kan enggak. Kan ini Gusti Allah juga yang naringi ke kita. Kekayaan seperti ini