Transcript · English → Indonesian
Vaccines and Fetal Cell Line Controversy
Fakta: vaksin mengandung lini sel manusia dari
janin yang digugurkan.
Virus hidup untuk beberapa vaksin ditumbuhkan pada jaringan manusia selama
proses produksi. Setelah banyak upaya gagal
bereksperimen dengan
lini sel dari paru-paru, ginjal, jantung, tiroid,
hati, dan jaringan lain dari 38
aborsi yang digunakan
semata-mata demi pengembangan produksi vaksin virus, jaringan paru-paru
janin berusia tiga bulanlah yang peneliti temukan berhasil menjadi jaringan
sel manusia untuk menumbuhkan virus hidup bagi vaksin.
Diberi nama WI-38, jaringan manusia tersebut telah menjadi
sumber sel bagi miliaran vaksin hingga kini.
Tak lama setelahnya, lini sel janin gugur kedua yang dibuat
meniru
WI-38 diproduksi di Britania Raya dan dinamai
MRC 5. Lini sel ini berasal dari jaringan paru-paru seorang
janin 14 minggu yang diaborsi karena, kutip, alasan psikiatris, tutup
kutip. Setelah bereksperimen pada jaringan dari
27 kasus
aborsi terpisah, virus rubela
Wistar RA 273, yang kini terkandung dalam tujuh vaksin di
pasaran, pada akhirnya
didapat dari organ bedah janin yang diaborsi melalui operasi dan
dibiakkan pada jaringan lini sel manusia WI-38.
Secara total, lebih dari 80 aborsi terpisah
terlibat dalam penelitian dan
produksi akhir dari vaksin rubela saat ini.
Daftar bahan resmi vaksin yang diunggah di cdc.gov juga
menunjukkan banyak vaksin mengandung komponen darah manusia, ginjal
anjing, serum anak sapi, dan ginjal monyet.
Vaksinasi wajib yang mengikuti jadwal vaksin resmi dari Pusat
Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS membuatnya mustahil dihindari
disuntik dengan lini sel dari jaringan janin manusia yang digugurkan
dan jaringan hewan. Bagi mereka yang menentang secara moral atau agama
terhadap vaksinasi wajib yang diwajibkan hukum dari pemerintah mereka,
pengecualian atas dasar agama dan nurani merupakan satu-satunya penghalang.
Fakta dan Konstitusi menuntut agar rakyat memiliki pilihan.
End of transcript · 279 words · machine translated
Original transcript (English)
Fact: vaccines contain human cell lines from aborted fetuses. Live viruses for several vaccines are grown on human tissue during the manufacturing process. After numerous failed attempts experimenting with
cell lines from the lung, kidney, heart, thyroid, liver, and other tissues taken from thirty-eight abortions used solely for the development of viral vaccine production, it was the lung tissue of a three-month-old fetus researchers found to be a successful human cell
tissue to grow live viruses for vaccines in. Given the name WI-38, the human tissue has since been a source for cells for billions of vaccines to date. Shortly after, a second aborted fetal cell line copied after
WI-38 was made in Great Britain and named MRC 5. This cell line was derived from the lung tissue of a fourteen-week fetus aborted for, quote, psychiatric reasons, end quote. After experimenting on tissues from twenty-seven separate
abortions, the Wistar RA 273 rubella virus, currently contained in seven vaccines on the market, was eventually derived from the dissected organs of a surgically aborted fetus and grown on the WI-38 human cell line tissue.
In total, over eighty separate abortions were involved in the research and final production of the present day rubella vaccine. The official vaccine ingredient list posted at cdc.gov also shows numerous vaccines contain components of human blood, dog
kidneys, calf serum, and monkey kidneys. Mandatory vaccination following the official vaccine schedule from the US Centers for Disease Control and Prevention make it impossible to avoid being injected with cell lines from aborted human fetal tissue and animal tissue. For those who are morally or religiously opposed
to such mandatory vaccinations demanded by law from their government, religious and conscientious exemptions represent the only barrier. The facts and the Constitution demand the people have a choice.