Transcript · Indonesian → English
Indonesian → English transcript
Park
Narada Muni Dharma, Gunung Sahari, Central Jakarta.
Why is it being done here?
Because for today, as many as 14 of these older siblings
who are carrying out Sudi Wadani, they have agreed
to make this Griya their spiritual center,
their place of worship according to the Hindu religion.
So it is being done at this Griya. That is why. Now,
we have already coordinated across agencies with PHDI
Central Jakarta, then with the Hindu Guidance Office of Jakarta,
and we were given… we were welcomed to carry out
this service. That is all. When we enter into
the teachings of Hinduism, Sanatana Dharma, it does
not mean becoming a different person or a different
ethnic group. Hinduism is like the water of life
that flows. It adapts. The traditions remain:
Balinese people have Balinese traditions. Javanese people,
Javanese traditions. It is the same with us, Chinese people. Panca
The yadnya, all the upakara offerings that exist,
go according to our tradition. And I
explain to all of them that this is a heritage
from our ancestors. We must preserve it. First of all,
we must understand that Hindu Nusantara
consists of various ethnic groups, from various regions.
This is the first point. So each region,
each ethnic group has its own culture.
Hinduism has never erased each group’s culture,
each tradition. So, my first message
to the dharmika who come
from this Chinese ethnic community is, never
change the traditions that have been inherited from your ancestors.
Because Hindu Nusantara is based on ancestry,
it is also called Hindu Purana. And it is these ancestors
who will guide us on our journey forward.
the end in this life. So once again,
my message is to never abandon tradition.
There is no need to be influenced by… the traditions
of other ethnicities. What has been done all this time
has been carried out well, and the result
will truly allow us to live calmly and
comfortably. I am Jujie. I have already carried out
many activities with Ida Sri Empu, it has been going on
for almost 3 years now, right. And today we,
all of us together with our friends, 14 people, are today
carrying out Sudi Wadani. Hopefully our hope
all of us, is that we can carry out and practice
the Hindu religious path even better in the future,
and not abandon our traditions as Chinese.
End of transcript · 400 words · machine translated
Original transcript (Indonesian)
Taman Narada Muni Dharma, Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Kenapa dilakukan di sini? Karena untuk hari ini, sebanyak 14 kakak ini yang melaksanakan Sudi Wadani, mereka itu sepakat
menempatkan Griya ini pusat spiritualnya mereka, pusat beribadahnya mereka secara agama Hindu. Sehingga dilakukanlah di Griya ini. Itu. Nah, koordinasi lintas kami sudah melakukan ke PHDI Jakarta Pusat, kemudian ke Pembimas Hindu DKI,
dan kami diberikan... dipersilakan untuk melaksanakan pelayanan ini. Demikian. Ketika kita masuk ke ajaran Hindu, Sanatana Dharma, kita itu bukan berarti menjadi pribadi yang lain atau suku yang lain. Di mana Hindu itu bagaikan air kehidupan
yang mengalir. Dia mengikuti. Tradisinya tetap, orang Bali tradisinya Bali. Orang Jawa, tradisinya Jawa. Begitu juga kami, orang Tionghoa. Panca Yadnya-nya, semua upakara-upakara yang ada, berjalan sesuai dengan tradisi kami. Dan saya
jelaskan ke mereka semua bahwa ini adalah warisan leluhur. Kita harus melestarikannya. Yang pertama-tama, kita harus memahami bahwa Hindu Nusantara itu terdiri dari beragam etnis ya, beragam wilayah. Ini yang pertama. Sehingga tiap-tiap wilayah
itu, tiap-tiap etnis kan punya budaya sendiri. Hindu tidak pernah menghapus budaya masing-masing, tradisi masing-masing. Jadi, pesan saya yang pertama terhadap para dharmika yang berasal dari etnis Tionghoa ini adalah, jangan pernah
merubah tradisi yang sudah diwarisi dari leluhurnya. Karena Hindu Nusantara berbasis keleluhuran, maka disebut juga Hindu Purana. Dan leluhur inilah yang akan mengantarkan kita menuju perjalanan akhir dalam kehidupan ini. Jadi sekali lagi,
pesan saya jangan pernah meninggalkan tradisi. Tidak perlu terpengaruh oleh... tradisi-tradisi dari etnis lain. Apa yang sudah dilakukan selama ini, sudah dijalankan dengan baik, dan hasilnya akan betul-betul membuat kita hidup tenang dan
nyaman. Saya Jujie. Saya sudah melaksanakan banyak kegiatan dengan Ida Sri Empu, sudah berjalan hampir mau 3 tahun ya. Dan pada hari ini kami semua beserta teman-teman, 14 orang pada hari ini melaksanakan Sudi Wadani. Semoga harapan
kami semua, kita bisa melaksanakan, menjalankan aliran agama Hindu ke depannya lebih baik lagi, dan tidak melepaskan tradisi kami di Tionghoa.