Transcript · English → Indonesian
Vaccination and Chronic Disease Analysis
Ke-22 kategori penyakit kronis, tanpa terkecuali,
prevalensinya lebih tinggi pada anak-anak yang divaksinasi, termasuk kanker,
autisme, gangguan perkembangan saraf sekitar 12 kali lipat lebih tinggi,
penyakit autoimun, gangguan kulit,
semua hal yang ada, kesulitan belajar, keterlambatan bicara, tik,
ADHD, 18 ribu anak dipantau sejak lahir hingga usia rata-rata 10 tahun.
Kami hanya melihat proporsi mentahnya.
Vaksinasi masa kanak-kanak ini yang terus kita suntikkan tanpa batas ke anak-anak kita
telah berkontribusi secara signifikan terhadap epidemi penyakit kronis di Amerika.
End of transcript · 83 words · machine translated
Original transcript (English)
All 22 of the chronic disease categories, every single one, they were higher in prevalence in the vaccinated children, including cancer, autism, neurodevelopmental disorders were like 12 times higher, autoimmune diseases, skin disorders, everything under the sun, learning disabilities, speech delays, tics,
ADHD, 18, thousand children tracked from birth to average age 10. We just looked at the raw proportions. These childhood vaccinations that we've been just injecting unlimited amounts into our children have significantly contributed to America's chronic disease epidemic.