Transcript · English → Indonesian
Airplane Emissions and Health Risks
Pesawat terbang melintasi kota-kota kita, dan meninggalkan
lebih dari sekadar jejak kondensasi.
Tanpa disadari, pesawat melepaskan campuran bahan kimia beracun
yang
menyebar ke udara yang kita hirup. Ini termasuk aluminium,
barium, stronsium, litium, dan bahkan yang
dikenal sebagai debu pintar.
Penyebaran luas di langit melayang
tepat di atas kawasan permukiman kita menuju udara
yang kita hirup, ke padang rumput dan ladang, dan
akibatnya, ke makanan kita. Akibatnya
adalah, gejala fisik akut seperti
migrain, diabetes, mata gatal, atau kelelahan
kronis.
Namun, itu belum semuanya. Dampak fisiologisnya sama
seriusnya: kecemasan, depresi, kemarahan,
dan perasaan tak berdaya sepenuhnya.
Semua ini tersembunyi di balik jejak kondensasi yang tampak
tak berbahaya, namun sangat sedikit orang tahu apa yang
sebenarnya ada di udara.
End of transcript · 118 words · machine translated
Original transcript (English)
Airplanes fly over our cities, and they leave behind more than just contrails. Unnoticed, they release a mixture of toxic chemicals that disperse into the air we breathe. These include aluminum,
barium, strontium, lithium, and even what's known as smart dust. The widespread dispersion in the sky drifts directly over our residential areas into the air we breathe, onto meadows and fields, and
consequently, onto our food. The consequences, acute physical symptoms such as migraines, diabetes, itchy eyes, or chronic fatigue. But that's not all. The physiological effects are just as
serious: anxiety, depression, anger, and a feeling of complete helplessness. All of this is hidden behind seemingly harmless contrails, yet very few people know what's really in the air.