Transcript · English → Indonesian
Analysis of 9/11 Tower Collapse Evidence
Namun, sekitar tujuh menit sebelum kehancuran
akhirnya, hampir satu
jam usai pesawat menabrak, lelehan logam terlihat keluar dari sudut timur laut
di dekat lantai ke-80.
Logam merah-kekuningan mengucur dari menara bersama hujan percikan api
dan tampak seperti baja di tempat pengecoran.
Dan ada banyak saksi mata yang menggambarkan lelehan baja.
Kau turun ke bawah dan kau melihat lelehan baja.
Ya.
Lelehan baja mengalir menuruni rel saluran.
Belakangan, kami mengetahui bola-bola besi amat kecil
yang ditemukan di seluruh
debu. Besi itu pastilah meleleh, memungkinkan tegangan
permukaan menariknya menjadi bola-bola itu.
NASA mengambil foto yang mengindikasikan suhu sangat tinggi berhari-hari setelah kejadian itu,
dan para profesor ahli kebakaran dibuat bingung oleh melelehnya balok baja.
Jadi, kita punya bukti video langsung, keterangan saksi mata, bukti forensik,
bukti fotografis, dan bukti nyata yang semuanya
menguatkan suhu yang cukup tinggi untuk melelehkan baja.
Media memberi tahu kita
kobaran api hebat lebih dari benturannya menyebabkan menara itu runtuh.
Itu melelehkan baja strukturalnya.
Namun ada masalah. Kebakaran kantor dan bahan bakar jet di ruang terbuka tak bisa melelehkan
baja.
National Institute of Standards and Technology menyatakan
bahwa suhu udara maksimumnya sekitar 1.800 derajat, atau 1.000
derajat lebih dingin dari yang dibutuhkan untuk melelehkan baja.
Jadi, apa yang bisa melelehkan baja dan menjelaskan semua bukti tersebut?
Para ilmuwan independen mulai menyusun bukti-bukti itu, dan mereka
menduga sejenis material termit pasti telah digunakan sebagai
bagian dari peruntuhan menara tersebut. Termit adalah campuran dari
oksida besi dan aluminium, dan Thermate adalah campuran termit,
barium nitrat, dan sulfur.
Namun, NIST mengabaikan banyak bukti tentang besi atau baja cair.
Mereka mengajukan teori tersendiri mengenai logam kuning yang mengalir dari menara.
NIST memahami bahwa aluminium cair berwarna perak, bukan merah kekuningan.
Jadi, NIST mengembangkan teori untuk menjelaskan masalah warna itu, menyatakan,
"Logam cair tersebut sangat mungkin bercampur dengan sejumlah besar
material panas yang terbakar sebagian,
berupa bahan organik padat seperti furnitur, karpet, partisi,
dan komputer, yang bisa memancarkan cahaya oranye,
mirip seperti kayu yang terbakar
di perapian."
Namun, ada masalah. Perlengkapan kantor seperti furnitur, karpet,
partisi, dan komputer bermassa jenis lebih rendah dan takkan bercampur.
Benda-benda itu akan mengapung di atas aluminium cair,
seperti koin ini di atas raksa cair, lalu terbakar habis pada suhu tersebut.
Dan baja pada suhu itu takkan meleleh dan akan tenggelam, jadi takkan bercampur
dengan aluminium cair.
NIST tak pernah mengadakan eksperimen untuk membuktikan teori mereka,
tapi yang lain melakukannya. Dr. Steven Jones membuktikan teori NIST tentang campuran
lelehan aluminium dan perabot itu salah.
Lalu laporan telaah sejawat independen diterbitkan, yang menemukan serpihan
merah-abu eksplosif di seluruh debu dan teridentifikasi pasti sebagai
nanotermit…
End of transcript · 433 words · machine translated
Original transcript (English)
But then, about seven minutes before its final destruction, almost an hour after the plane hit, molten metal was seen coming out of the northeast corner near the 80th floor. The red-yellow metal poured from the tower along with a shower of sparks
and looked like steel in a foundry. And there were many eyewitnesses that described molten steel. You'd get down below and you'd see molten steel. Yeah. Molten steel running down the channel rails.
Later, we learned of very small spheres of iron found all through the dust. That iron must have been molten, allowing surface tension to pull it into those spheres. NASA took photos indicating very high temperatures days after the event,
and firewise professors were perplexed by melting of steel beams. And so we have direct video evidence, eyewitness accounts, forensic evidence, photographic evidence, and tangible evidence all corroborating temperatures high enough to melt steel. The media told us
the intense fire more than the impact caused the towers to collapse. It melted the structural steel. But there's a problem. Office and open air jet fuel fires cannot melt steel. The National Institute of Standards and Technology said
that the maximum air temperatures was about 1,800 degrees, or 1,000 degrees colder than what's needed to melt steel. So what can melt steel and explain all the evidence? Independent scientists began to piece that evidence together, and they suggested some type of thermitic material must have been used as
part of the tower's demolition. Thermite is a mix of iron oxide and aluminum, and Thermate is a mix of thermite, barium nitrate, and sulfur. But NIST ignored much of the evidence of molten iron or steel. They provided their own theory for that yellow metal pouring from the tower.
NIST understood that molten aluminum is silver, not red-yellow. So NIST developed a theory to explain the color issue, stating, "The molten metal was very likely mixed with large amount of hot, partially burned solid organic materials such as furniture, carpet, partitions,
and computers, which can display an orange glow, much like the logs burning in a fireplace." But there's a problem. Office materials like furniture, carpet, partitions, and computers are less dense and won't mix.
They'll float on molten aluminum, like this coin on liquid mercury, and then burn off at those temperatures. And steel at those temperatures won't melt and would sink, and therefore won't mix with the molten aluminum. NIST never conducted any experiments to confirm their theory,
but others did. Dr. Steven Jones proved the NIST molten aluminum and furniture mix theory wrong. Then an independent peer-reviewed report was published, which found explosive red-gray chips all through the dust and positively identified as nanothermite ...