Transcript · English → Indonesian
Discussion on COVID-19 Misinformation
Kau tahu, selama beberapa tahun kita juga harus menghadapi
begitu banyak
kebohongan dan pengaburan yang benar-benar telah
merusak kepercayaan publik. Dan, tentu saja, aku
memikirkan COVID. Kau tahu, di sini kita menghadapi situasi saat
Dr. Fauci dan kawan-kawan
mengatakan,
tak perlu memakai masker.
Lalu, ya, kau memang perlu memakai masker.
Mungkin kau perlu memakai dua masker atau masker buatan.
Namun akhirnya mengakui bahwa tidak ada dasar ilmiah
di balik semua yang dia katakan dan memberi tahu
orang-orang bahwa,
kau tahu, jika disuntik vaksin, kau tak bisa menularkan
penyakitnya.
Tidak ada efek samping yang nyata.
Padahal, tentu saja kita tahu bahwa efek samping dari
vaksinasi COVID jauh melampaui apa pun lainnya dalam kurun
30 tahun terakhir jika digabungkan.
Kita belum bersikap jujur tentang hal itu.
Penting bagi kita untuk menyuarakan hal itu, bukan
hanya membiarkannya ditutup-tutupi seperti yang terjadi
dalam begitu banyak kasus.
Dan kurasa kita perlu mengedukasi masyarakat.
End of transcript · 152 words · machine translated
Original transcript (English)
You know, for several years we've had to put up also with a lot of lies and obfuscations that really have disrupted public trust. And, of course, I think of COVID. You know, here we have a situation where
Dr. Fauci et al. said, don't need to wear a mask. Then, well, you do need to wear a mask. Maybe you need to wear two masks or a mask made up.
But eventually admitting that there was no science behind any of what he was saying and telling people that, you know, if you get the shot, you can't transmit the disease.
There are no real side effects. Where, of course, we know that the side effects from COVID vaccinations far exceeded anything else in the last 30 years combined. We haven't been truthful about that.
It's important for us to lend our voices to that, not to just let it be swept under the rug as is the case in so many cases. And then I think we need to educate people.