Transcript · Indonesian → English
Indonesian → English transcript
The government is curious about the Super Blue Moon phenomenon.
An open Space Science class was held in Alian Village, Kulon Progo.
Using six telescopes of various capabilities,
participants could observe the rare phenomenon from the Yogyakarta sky.
The Moon, as the Earth's satellite,
experienced a rare phenomenon on August 31st,
which is a full moon phase called the Blue Moon
appearing in the Indonesian sky along with the Super Moon phenomenon.
In connection with this,
three non-profit organizations, the Indonesia Space Science Society,
the Indonesia UFO Network, and the Horn Foundation,
held an open astronomy and Space Science class
in Alian Village, Nanggulan, Kulon Progo, Special Region of Yogyakarta.
Observations were made using six reflector and refractor telescopes.
These six telescopes have various capabilities,
such as for observing the planet Saturn and its position
which is close to the Super Blue Moon observation point.
It's really interesting for those of us who love astronomy
but are still beginners,
to understand more about the lunar observation demonstrated earlier,
and to know more about the steps and the equipment.
I got to know how the device works
and the parts inside were also well explained.
This Space Science class is open to the public and free.
Fen Zakris, the founder of Kampung Alian, said
that this activity is the initial stage of a series of
astronomy and Space Science learning activities.
which will be held regularly and periodically in this area.
From Kulon Progo, Special Region of Yogyakarta, the Ayus Reporting Team reports.
End of transcript · 253 words · machine translated
Original transcript (Indonesian)
Pemerintah penasaran dengan fenomena Super Blue Moon. Kelas terbuka Sains Antariksa dikelar di Kampung Alian, Kulon, Progo. Dengan menggunakan enam teleskop beragam kemampuan, para peserta dapat mengamati fenomena langka dari langit Yogyakarta. Bulan sebagai satelit planet bumi.
Pada 31 Agustus kemarin mengalami fenomena langka, yaitu salah satu fase bulan purnama bernama Blue Moon yang muncul di langit Indonesia bersamaan dengan fenomena Super Moon. Terkait hal tersebut, tiga lembaga nirlaba Indonesia Space Science Society,
Indonesia UFO Network dan Horn Foundation mengadakan kelas terbuka astronomi dan Sains Antariksa di Kampung Alian, Nanggulan, Kulon, Progo, daerah istimewa Yogyakarta. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan enam buah teleskop reflektor dan refraktor. Kenam teleskop ini memiliki kemampuan beragam,
seperti untuk pengamatan planet Saturnus dan posisinya yang berdekatan dengan titik pengamatan Super Blue Moon. Menarik banget sih untuk kita juga yang memang mencintai astronomi, tapi memang masih awam gitu kan, bisa lebih mengerti lagi untuk mengenai pengamatan bulan yang tadi dicontohkan,
bisa lebih tahu lagi gitu untuk step-stepnya, alat-alatnya. Saya jadi tahu bagaimana cara alat itu berfungsi dan kemudian bagian-bagian yang ada di dalamnya juga dijelaskan dengan baik. Diketahui kelas Sains Antariksa ini terbuka untuk umum dan gratis. Fen Zakris, penggagas Kampung Alian mengatakan
bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal dari rangkaian kegiatan pembelajaran astronomi dan Sains Antariksa yang akan diadakan secara rutin dan berkala di kawasan ini. Dari Kulon Progro, Daerah Istimewa Yogyakarta, Tim Liputan Ayus melaporkan.