Challenges in Indonesian Education System

Dia saya kira enggak perlu. Iya jadi saya pikir saya

mau, saya mau konsentrasi kepada program.

Jadi Indonesia ini enggak boleh punya pemimpin yang bersih dan kuat.

Itu tidak boleh.

Indonesia harus dipelihara

dalam posisi sekarang.

Sebagai pasar.

Sebagai pasar, sumber bahan baku.

Indonesia, ya orang Indonesia itu pelayan.

That, itu intinya itu. Indonesia,

Indonesia harus bodoh, pelayan,

kacung. Orang Indonesia ini mau dipelihara

sebagai kacung, pesuruh. Kamu boleh TKI,

kamu boleh kerja di

kebun-kebun.

Hari ini,

pelajar Indonesia itu adalah pelajar paling bodoh se-Asia

Tenggara. Dari segi kemampuan membaca,

kemampuan berhitung, itu berdasarkan

program International Student Assessment, itu kita paling

bodoh di Asia Tenggara. Skor kita paling, ee, paling

rendah

se-Asia Tenggara, oke.

Kualitas pendidikan Indonesia tertinggal seratus dua puluh delapan tahun

dari negara maju. Penelitian dari Harvard menyebut bahwa

Indonesia membutuhkan waktu hingga seratus dua puluh delapan tahun

untuk mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan dengan negara maju.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan ini semua.

Yang pertama, sistem pendidikan yang buruk.

Kurikulum Indonesia terlalu menekankan pada hafalan, bukan pada

keterampilan berpikir kritis dan aplikatif.

Negara-negara maju seperti Finlandia dan Jerman sudah

menerapkan pendidikan berbasis minat dan kompetensi sejak dini.

Sedangkan Indonesia baru dimulai pada jenjang SMK.

Kedua, kualitas guru yang jelek. Indonesia memiliki sekitar

empat juta guru, tetapi hanya seratus ribu guru per tahun

yang

mendapatkan pelatihan ulang. Masih banyak guru yang cara mengajarnya

kuno, hanya membaca buku dan siswanya disuruh

menghafal, bukan

berpikir. Kemudian faktor lain adalah soal

infrastruktur dan akses. Masih banyak sekolah-sekolah yang

rusak, jaringan internet yang tidak merata,

bahkan distribusi

buku yang sangat dasar juga tidak merata.

Gimana menurut kalian? Apakah kalian yakin Indonesia bisa

mengejar

ketertinggalan ini?

Dan kecerdasan itu bukan

dari sekolah, menurut saya.

Kecerdasan bukan dari sekolah.

Dan ini sudah kita buktikan

berkali-kali.

Hari ini, sekarang kita buktikan lagi.

Pak Bahlu,

saya kira sekolahnya enggak terlalu terkenal.

Pak Bahlu, ya.

Kalau dicari di Google, kampusnya udah enggak ada.

Ya,

ya dan itu sudah kita buktikan di mana-mana, ya.

Tidak

menjamin.

Minggir aja langsung ya, kayak Hanif tadi. Dua empat dibagi tiga?

Tiga.

Enam belas dibagi empat?

Delapan.

Dua delapan dibagi empat?

Tiga dua dibagi empat?

Sepuluh dibagi lima?

Lima.

Lima belas dibagi lima?

Dua.

Lima belas

dibagi...

IQ Indonesia delapan sembilan koma sembilan enam.

Lalu apakah orang Indonesia bodoh?

Tunggu dulu.

Angka delapan sembilan koma sembilan enam yang terbaru itu bukan

berarti IQ seluruh rakyat Indonesia.

Itu adalah rata-rata peserta tes IQ online dari

Indonesia. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan bangsa

kita bodoh. Tapi angka ini justru membuka

pertanyaan yang jauh lebih mengerikan.

Jangan-jangan masalah Indonesia bukan kebodohan individual,

tetapi kebodohan struktural.

Apa maksudnya? Ketika anak lahir dengan

potensi, tetapi tumbuh dengan gizi buruk,

stimulasi minim, keluarga miskin, sekolah berkualitas

rendah, pembelajaran yang tidak melatih berpikir,

lalu lulus tanpa kemampuan literasi dan numerasi yang

memadai.

Itu bukan semata-mata kesalahan anak.

Ada sistem yang gagal mengubah potensi manusia menjadi

kemampuan manusia. Dan siklusnya bisa

berulang. Kemiskinan mempengaruhi perkembangan anak,

pendidikan yang lemah membatasi kemampuan,

kemampuan yang rendah membatasi produktivitas,

produktivitas rendah mempertahankan kemiskinan.

Lalu lahirlah generasi berikutnya dalam sistem yang

sama. Inilah yang saya sebut dengan kebodohan

struktural. Bukan rakyatnya yang bodoh, tetapi

struktur sosial dan pendidikan yang gagal membuat

manusia menjadi semakin mampu berpikir.

Jadi pertanyaannya bukan kenapa IQ orang Indonesia

rendah.

Pertanyaan yang lebih penting adalah apa yang dilakukan

negara terhadap potensi dua ratus delapan puluh

juta manusia Indonesia? Karena Indonesia Emas

2045 tidak dibangun oleh jumlah manusia,

tetapi oleh manusia yang berkembang kemampuannya.

End of transcript · 582 words

iPhone app Translate videos on your iPhone Paste a TikTok, Instagram or X link, add subtitles in your language and save the video to Photos.

Read any video in your language

Paste a link from X, TikTok, YouTube or Instagram. You get a page like this one.

© 2026 TranslateMom Transcripts Sources Pricing Legal