Debat Anies dan Prabowo soal Demokrasi, Oposisi, dan Polusi
Eh tunggu dulu aku mau jawab
Ya inilah bedanya yang berbicara pakai data yang berbicara pakai fiksi,
oke
Saya jadi tidak enak ini Mbak hari ini.
Mohon maaf
Waktu habis Bapak.
Harap tenang. Bapak Prabowo
Penguatan
demokrasi dengan amplop A. Baik
masih tersegel Bapak Ibu
kita akan langsung buka
Saya rasa lebih dari sekedar partai politik.
Rakyat tidak percaya kepada proses demokrasi yang sekarang terjadi.
Itu jauh lebih luas dari sekedar partai politik.
Ketika kita bicara demokrasi, minimal ada tiga. Satu, minimal tiga nih.
Satu, adalah adanya kebebasan berbicara.
Yang kedua, adanya oposisi yang bebas untuk mengkritik
pemerintah dan menjadi penyeimbang pemerintah.
Yang ketiga, adanya proses pemilu, proses pilpres
yang netral, yang transparan, jujur adil. Tiga.
Dan kalau kita saksikan hari ini, dua ini mengalami problem
Mas Anies, Mas Anies.
Saya berpendapat
Mas Anies ini agak berlebihan. Mas Anies
mengeluh tentang demokrasi
ini dan itu dan ini. Mas Anies dipilih jadi gubernur
DKI
menghadapi pemerintah
yang berkuasa. Saya yang mengusung Bapak
Kalau demokrasi kita tidak berjalan tidak mungkin anda jadi
gubernur
Kalau Jokowi diktator anda tidak mungkin
jadi gubernur
Saya waktu itu oposisi Mas Anies anda ke rumah
saya kita oposisi anda terpilih
Waktu habis Bapak.
Harap tenang. Bapak Prabowo
Baik para pendukung kami mohon untuk tenang para pendukung
membuat masyarakat bisa menilai karena itu oposisi itu penting
dan sama-sama terhormat sayangnya tidak semua orang
tahan untuk berada menjadi oposisi
seperti sampaikan Pak Prabowo Pak Prabowo tidak tahan untuk menjadi
oposisi
apa yang terjadi
beliau beliau sendiri menyampaikan bahwa
tidak berada dalam kekuasaan membuat tidak bisa berbisnis tidak
bisa berusaha karena itu harus berada dalam kekuasaan
kekuasaan lebih dari soal bisnis kekuasaan lebih dari soal
uang kekuasaan soal kehormatan untuk menjalankan
kedaulatan rakyat
Baik waktu anda habis Bapak kami mohon sekali lagi
kepada para hadirin yang berada di halaman KPU
ditahan dulu
Baik Pak Prabowo mohon maaf Bapak mohon maaf nanti ada
kesempatan Baik
nanti ada kesempatan untuk kembali menanggapi baik
dan kita akan beralih ke pertanyaan terakhir untuk segmen
ini dan untuk calon presiden nomor urut dua
baik kami persilakan kepada panelis kepada Bapak
Agus Riwanto untuk mengambil subtema
Kita akan mulai segmen berikutnya
Bapak untuk menuju ke panggung utama
Setiap satu keluarga miskin kita kasih kesempatan
satu anaknya sampai ke perguruan tinggi karena itulah yang
akan membongkar dan kemudian memberikan ruang pekerjaan yang jauh
lebih banyak kepada mereka maka peran-peran inilah yang musti
kita dorong kawasan industri Kendal sudah bekerja sama dengan seratusan
lebih sekolah vokasi
Sesudah Bapak mendengar bahwa ternyata
pencalonan persyaratannya bermasalah
secara etika pertanyaan saya apa perasaan
Bapak ketika mendengar bahwa ada pelanggaran etika di situ
Intinya adalah bahwa keputusan itu
final dan tidak dapat diubah. Ya saya
laksanakan ya dan kita ini bukan anak kecil Mas
Anies ya.
Anda juga paham ya sudahlah ya sekarang
begini
intinya rakyat yang putuskan rakyat yang
menilai kalau rakyat tidak suka Prabowo dan Gibran
nggak usah pilih kami saudara-saudara sekalian
dan saya tidak takut tidak punya jabatan Mas
Anies
Sorry ya
Sorry ya
Dalam lima tahun mengurangi
polusi juga dimana rakyat Jakarta begitu banyak
yang mengalami sakit pernafasan jadi saya kira kalau kita
dengan gampang menyalahkan angin hujan dan sebagainya ya
mungkin tidak perlu ada
pemerintahan kalau begitu ya
Inilah bedanya yang berbicara pakai data yang berbicara pakai fiksi ya.
Ini pakai data.
Jadi ketika ditunjukkan ya memang ada sumber polutan dari
dalam kota tapi kalau sumber polutan itu hanya dari dalam kota
maka Pak pakai logika sederhana sekali jumlah motor dari hari
ke hari sama jumlah mobil dari hari hari ke hari sama maka harusnya
angka polusinya sama setiap waktu betul tidak?
Tapi jumlah motor sama jumlah mobil sama ada Quito
sangat polusi ada Sisi sangat tidak polusi.
Nanti kalau perlu saya saya kirimkan gambar satelitnya kepada Bapak
Bertanya yang tentunya akan diberikan kepada calon
presiden nomor urut tiga untuk bertanya ke calon
presiden nomor urut dua
Come on Mas A-- Mas Ganjar.
Ya jadi
saya tadi katakan
saya merasa bahwa
saya
yang sangat keras membela hak
asasi manusia. Nyatanya orang-orang yang dulu
ditahan, Tapol-Tapol
yang katanya saya culik sekarang ada di
pihak saya membela saya saudara sekalian.
Jadi
masalah HAM jangan dipolitisasi Mas
Ganjar
Prabowo ini punya ketegasan yang luar biasa,
luar biasa.
Tapi sayang pada dua jawaban ini sama sekali tidak punya ketegasan itu.
Kenapa saya sampaikan? Pertanyaan saya sebenarnya satu.
Apakah kalau Bapak jadi presiden akan membuat pengadilan HAM?
Pertanyaan nomor kedua, apakah Bapak bisa menemukan,
menunjukkan, membantu
pada keluarga agar kemudian mereka bisa berziarah?
Dua ini sama-sama tidak dijawab.
Maka kalau kemudian saya boleh meminta,
kalau saya jadi presiden Pak, saya akan bereskan ini Pak agar
kemudian dalam kontestasi Pilpres
berikutnya ini tidak akan muncul lagi karena presidennya
tegas menuntaskan pekerjaan itu pada eranya.
Terima kasih
Loh kok dibilang saya tidak tegas, saya tegas akan menegakkan hak
asasi manusia. Masalah yang Bapak tanyakan agak
tendensius. Kenapa yang tiga belas orang hilang pada
saat itu
ditanya kepada saya?
Itu tendensius Pak Ganjar ya, itu tendensius
dan wakil Bapak yang mengurus ini selama ini.
Jadi kalau memang keputusannya mengadakan pengadilan HAM ya kita adakan
pengadilan HAM, enggak ada masalah
Masih akan ada empat debat lagi yang akan diselenggarakan oleh Komisi
Pemilihan Umum Republik Indonesia dan semoga debat
pertama ini mampu menjadi referensi Anda untuk
memantapkan pilihan Anda pada 14 Februari
2024
Ya tentunya kami mengimbau jangan sia-siakan hak
pilih Anda pada 14 Februari 2024
End of transcript · 896 words