AI and Smart Contracts in Blockchain
Bayangkan sebuah AI yang mampu menulis, mengaudit, dan mendeploy ribuan smart contract hanya dalam hitungan menit.
Secara teknis hal itu sudah memungkinkan.
AI dapat menghasilkan kode program, mengompilasinya, lalu mengirimkannya ke jaringan.
Selama transaksi valid dan biaya gas dibayarkan,
blockchain akan menerima kontrak tersebut tanpa menilai apakah tujuannya bermanfaat atau merugikan.
Pada blockchain permissionless seperti yang ada saat ini, siapa pun dapat mendeploy smart contract, termasuk AI agent.
Jaringan hanya memverifikasi apakah kontrak tersebut valid, bukan apakah tujuannya baik atau buruk.
Akibatnya, artificial intelligence dapat mengotomatisasi pembuatan ribuan token dengan kontrak pintar,
kontrak penipuan, atau aplikasi lain dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Qubic menggunakan mekanisme smart contract IPO.
Sebelum sebuah smart contract dapat berjalan di jaringan, kode programnya harus diajukan sebagai proposal
dan memperoleh persetujuan kuorum, sedikitnya 451
dari total 676 suara dari para komputor.
Setelah lolos, smart contract diluncurkan melalui mekanisme penerbitan IPO
dengan 676 saham yang dilelang secara terbuka.
Selanjutnya, smart contract diaktifkan di jaringan pada epoch berikutnya.
Dengan pendekatan ini, hanya smart contract yang memperoleh persetujuan jaringan yang dapat diterbitkan.
Tiga alur penting yang dapat ditandai dalam proses ini adalah proposal diajukan, komputor melakukan voting,
dan yang ketiga, melelang 676 saham smart contract secara terbuka.
Yang menarik adalah seluruh Qubic yang digunakan untuk membeli saham tidak diberikan kepada developer maupun pihak lain,
melainkan dibakar secara permanen.
Nilai dari IPO kemudian menjadi dasar pembentukan execution result,
sehingga smart contract dapat berjalan tanpa membebankan biaya gas kepada penggunanya.
Sekali lagi, ini bukan nasihat keuangan maupun rekomendasi investasi.
Anda dapat mendukung saya dengan berdonasi menggunakan Qubic melalui alamat tertera.
Dukungan Anda akan membantu saya untuk terus bersemangat membuat episode berikutnya. Terima kasih.
End of transcript · 274 words