Bagaimana Singapura Meraih Untung dari Ekspor Sawit Indonesia

Guys guys lagi rame banget.

Singapura memiliki nol hektar kebun tapi

bisa

mengekspor sampai jutaan dolar. Ini

bagaimana sih cara Singapura untung

jutaan

dolar dari sawit padahal

dia tidak memiliki lahan.

Jadi kalau diibaratkan ini

ada Pak Andi yang punya

perusahaan di Indonesia namanya

misalkan PT Sawit Nusantara. Dia

punya kebun di Kalimantan dan di

Sumatera.

Memiliki jutaan hektar

sawit dan ribuan pekerja.

Harga produksi untuk sawit di Indonesia

itu sekitar empat ratus sepuluh dolar per

ton CPO. Kemudian di sini Amerika ingin membelinya.

Harganya berarti per tonnya adalah yang ini

dibagi dengan ini dapat sekitar seribu

delapan ratus per ton.

Ini harusnya kalau Indonesia jual langsung

dari empat ratus

sepuluh dolar ke seribu delapan

ratus dua belas dolar ini bisa untung sekitar

seribu empat ratus dolar per tonnya.

Nah tetapi ternyata Pak

Andi ini tuh punya perusahaan lain di Singapura yang

bermitra dan mengetahui harga jual

ke Amerika itu seribu delapan ratusan.

Perusahaannya dari Indonesia enggak

langsung di ke Amerika-in tapi akan

melewati

perantara dulu di negara Singapura

yang perusahaannya tadi itu satu grup.

Kalau kita lihat datanya

harga dari Indonesia ke

Singapura itu seribu

seratus per ton CPO-nya. Dari yang

awal harga produksinya empat

ratus sepuluh

dijual ke Singapura seribu seratus dan

kemudian nanti dijual ke Amerika di seribu

delapan ratus. Kalau kita

lihat keuntungannya Indonesia

di sini untungnya enam

ratus sembilan puluh dolar sedangkan dari Singapura ke Amerika ini untungnya tujuh

ratus dua belas dolar.

Padahal semua sawit ada di tanah Indonesia

tapi

keuntungannya lebih besar di Singapura.

Jadi sebenarnya di sini Indonesia tuh

kehilangan potensi untung yang seharusnya

untungnya tadi seribu empat ratus.

Tetapi karena harus melewati Singapura dulu

berarti jadi untungnya cuma enam

ratus

sembilan puluh. Ini artinya

ada kehilangan untung sekitar

dua kalinya.

Dan ini sesuai yang dikatakan Pak

Purbaya di bulan Mei waktu itu bahwa harga di

Amerika dibanding

dengan harga yang dijual

ke Singapura itu biayanya bedanya dua

kali. Yang paling mengejutkannya ternyata

sawitnya itu tidak harus melalui

Singapura dulu. Bisa langsung

dari Indonesia ke Amerika.

Tetapi transfernya harus ke Singapura

dulu dari Singapura baru ke Indonesia

sehingga ada potensi pajak yang

menghilang dua kali di sini.

Dan ternyata ini bukan di sawit saja tapi

komoditas-komoditas yang lain kayak batu

bara, paduan besi ini juga sama sering dilakukan

praktek seperti ini.

Dan praktek ini juga sudah lama dari

sembilan satu sampai dua ribu dua empat

berarti sekitar tiga puluh empat tahunan.

Potensi kerugiannya bisa sekitar

lima belas ribu empat ratus triliun.

Bayangin uang sebanyak ini

kalau masuk semuanya ke sisa

Indonesia, likuiditas

dolar kita jadi naik, rupiah jadi menguat,

biaya impornya jadi turun,

inflasi jadi turun dan daya beli

masyarakat jadi naik sehingga nanti bakal

menaikkan variabel

C. Di sisi lain

karena devisa Indonesia

banyak dari

penerimaan negara juga naik. Ini bisa

dilakukan nanti ke investasi atau

ke

pembelanjaan negara di G

sehingga ruang fiskal kita juga jadi makin naik.

C naik, I naik, G naik dan ekspor juga naik ya berarti Y

kita jadi

naik yaitu adalah pertumbuhan ekonomi kita.

Jangan sampai Indonesia ini hanya

dieksploitasi alamnya namun kemakmurannya

ternyata mengalir ke negeri orang.

End of transcript · 516 words

iPhone app Translate videos on your iPhone Paste a TikTok, Instagram or X link, add subtitles in your language and save the video to Photos.

Read any video in your language

Paste a link from X, TikTok, YouTube or Instagram. You get a page like this one.

© 2026 TranslateMom Transcripts Sources Pricing Legal